Penerbangan internasional Qantas QF41 dari Sydney (Kingsford Smith International Airport SYD) ke Jakarta (Soekarno-Hatta International Airport CGK) menggunakan pesawat Airbus A330-300 ini boleh dibilang berkesan. Seperti yang semua orang tahu, Qantas adalah maskapai penerbangan Australia yang melayani berbagai rute penerbangan domestic Australia maupun internasional. Perjalanan kali ini membutuhkan waktu 7.5 jam langsung dari Sydney ke Jakarta. Menurut jadwal kali ini, pesawat ini berangkat pada pukul 13:50 waktu Sydney dan sampai pukul 18:35 waktu Jakarta.
Sebelum keberangkatan
Pemesanan tiket ini tergolong mudah. Tinggal beberapa klik di internet, tiket sudah dapat di print. Untuk maskapai Qantas tidak diperlukan untuk reconfirm penerbangan, namun untuk pastinya dapat bertanya kepada customer service, jam berapa pesawat itu berangkat. Seat dan makanan juga dapat direquest via online. Aku memesan window seat.
Bagasiku dengan berat 23.80 kilogram diijinkan masuk tanpa biaya, padahal batasnya adalah 23 kilogram. Mungkin karena pesawatnya kosong, jadi peraturannya agak lembek. Si petugas check-in juga bercerita kalau dia mempunyai tetangga orang Indonesia, yang tinggal di Sydney dan Jakarta setiap 6 bulan. Dia bahkan mengucapkan “terima kasih” dalam logat bule.
Keseluruhan dalam membeli tiket dan check-in Qantas dapat dibilang sempurna, karena kemudahan dan kenyamanannya disbanding maskapai penerbangan local.
Rating: 5 / 5
Boarding
Setelah selesai imigrasi, aku menuju ke tempat tunggu sebelum naik pesawat. Maklum, karena datangnya kepagian, jadi menunggu rada lama. Terlihat tiga pesawat Airbus A380-800 di kejauhan milik Singapore Airlines, Qantas, dan British Airways sedang menunggu penumpang. Hebat sekali, Sydney sekarang jadi terminal pesawat superjumbo. Sementara itu, aku sekalian cuci mata di duty free shop, namun tidak membeli apa-apa. Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya tiba saatnya boarding. Si petugas mengumumkan pertama kali untuk penumpang business class dan keluarga yang mempunyai anak. Namun, terlihat sekelompok orang Indonesia, yang segera berdiri antri tidak sabar masuk ke pesawat. Dalam hati aku berpikir, dasar, ngga bisa bahasa Inggris. Setelah itu, pengumuman kedua untuk para penumpang ekonomi. Aku belum segera antri, karena aku tahu pesawat nggak bakal berangkat kalau aku belum naik. Ya… ngaret dulu ah. Sampai ketika antrian hamper selesai, baru aku jalan. Si petugas memeriksa tiketku dan menyobek bagiannya.

Rating: 5 / 5
Rating: 3ke pesawat, para flight attendant dengan ramah menunjukkan tempat dudukku di paling belakang. Wah, aku merasa menjadi raja, pesawatnya kosong. Ada seseorang flight attendant yang ramah, bahkan mengingat namaku. Dia bercerita kalau pesawat ke Jakarta biasanya kosong, namun yang balik ke Sydney biasanya penuh. Kapan lagi, langsung aku selonjoran makan dua kursi seperti di business class. Padahal, aku bisa aja ambil yang 4 kursi sekaligus, namun ya… jaga image dong. Si flight attendant juga bercerita kalau setelah ini, dia menginap di hotel mulya. Dia bisa berbahasa Indonesia, dan bilang kalau dia berasal dari Singapore.


Rating: 5 / 5
Menu Makanan
Menu makanan Qantas ini boleh dibilang lumayan. Selama penerbangan, ditawarkan dua makanan, dengan tiga kali refreshment.


Rating: 4 / 5
Fasilitas
Fasilitas di pesawat boleh juga. Toiletnya seperti kebanyakan pesawat lainnya. In-Flight entertainmentnya lumayan. Pesawat Airbus A330-300 dilengkapi dengan layar TV pada setiap kursi. Walaupun begitu, kurang bisa dinikmati secara maksimal karena layarnya yang kecil dan controllernya yang kurang peka. Walaupun begitu, aku sempat bermain tetris selama 2 jam. Majalah Qantas yang disediakan di laci kursi boleh dibilang lumayan. Musik dan Film tersedia untuk dinikmati, dengan headphone tersendiri.
Rating: 3.5 / 5
Setelah sampai di Indonesia, pesawat dihubungkan dengan dua aerobridge, menuju ke terminal. Lumayan untuk Soekarno-Hatta, toiletnya sudah lumayan bersih dibandingkan dahulu. Lalu aku segera ke imigrasi yang hanya antri 2 menit, lalu mengambil bagaasi, dan pulang.
Kesimpulan, Dari seluruh aspek, baik sebelum keberangkatan, boarding, pelayanan, menu makanan, dan fasilitas, Penerbangan Qantas dari Sydney ke Jakarta ini dapat diberi rating 4 / 5. Aspek pelayanan diberi poin maksimal dari keseluruhan, karena memberikan pelayanan business class untuk para penumpang ekonomi.
Kemarin saya berada di taman sambil bermain ayunan. Berayun-ayun santai sembari menikmati indahnya pemandangan orang berlalu lalang dan meikmati angin yang semilir. Tanpa disangka, datanglah seorang ibu dan seorang anak kecil berumur dua tahun. Sang anak dengan polosnya ia berkata “Mommy, can I play the swing?”. Sementara si ibu dengan santainya menjawab. “Yes, dear.”. Sang anak dengan cepatnya duduk di atas bangku ayunannya, persis di sebelahku. Kulihat matanya, tampak dia sangat gembira. Ibunya dengan setia mendorong ayunan tinggi sekali. Bahkan aku belum tentu bisa mencapai ketinggian itu jika aku harus bermain ayunannya sendiri. Aku sampai ngeri kalau tiba-tiba anak tersebut lepas pegangannya dan jatuh. Namun anak itu tampak senang sekali, dan berkata “Mommy, can you push me higher?”. Si ibu berkata “I’m trying to, sweetheart!”